1. Sakit sebagai Media bagi Allah SWT Mendekatkan Hamba-Nya. Allah SWT memberikan cobaan rasa sakit kepada hamba-Nya, sebab di balik sakit ada kebaikan besar dan sebagai wujud dari kasih sayang-Nya. Oleh karena itu, jangan pernah putus atas dan kecewa ketika Allah SWT memberi cobaan sakit.

Maka barangsiapa yang ridha (terhadap cobaan itu), maka dia mendapat ridha Allah. Barangsiapa yang murka, maka dia mendapat murka Allah,” tulis KH. M. Shiddiq Al-Jawi. Menghadapi cobaan dengan cara yang beriman dan lapang dada ternyata menjadi cara menghadapi musibah dalam islam yang menjadikan esensi tertimpa musibah menjadi berkah. (mdk/Ibr) Ketahuilah, sesungguhnya ada alasan kenapa Allah menguji kita. Berikut ulasannya: 1. Allah Ingin Meninggikan Derajat Kita. Cobaan hidup yang Allah berikan, sesungguhnya untuk meningkatkan derajat kita di depan Allah. Semakin berat cobaan yang diberikan, semakin tinggi pula derajat kita di depan Allah jika kita bisa sabar dan tawakal.
Pertama, tentang kesabaran Nabi Ayyub dalam menghadapi musibah dan penyakit. Walaupun Allah telah memberinya penyakit bertubi-tubi, Nabi Ayyub tidak pernah mengeluh kepada Allah. Bahkan, beliau malu jika harus meminta agar Allah mengangkat penderitaannya. Beliau merasa Allah telah memberikan banyak nikmat dalam waktu yang lama, sehingga derita
Allah memberi ujian karena Allah sayang dengan diri kita, tandanya Allah perhatian dan ingin kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terus katanya Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuannya, tapi kenapa masih banyak orang yang depresi? Depresi muncul ketika manusia tidak bisa mengendalikan dirinya dalam menghadapi sebuah cobaan.
Mungkin dengan ujian yang hadir itu, Allah nak angkat darjat kita. Allah nak hapus dosa-dosa kita, dan Allah nak beri pahala pada kita. Maka, senyum dan berbahagialah menjadi insan pilihan yang diujiNya. Wahai manusia yang mendambakan kebahagiaan didunia dan di akhirat, Andai dugaan itu menjengukmu, tidak dapat tidak, kita kena rapat dengan Allah. Dalam unggahan tiktok/@suggik_a pada 27 Maret 2023 berupa cuplikan ustadz Adi Hidayat dalam sebuah kajiannya tentang cobaan seorang hamba. UAH dalam kajiannya menyebutkan salat merupakan satu-satunya wisalah ibadah dalam Al Quran untuk memohon kebutuhan yang dirasakan dalam kehidupan. Dengan adanya beragam bencana yang datang bertubi-tubi tersebut, bisa dipahami bahwa umat Islam hendaknya saling merenungi dan mengambil hikmah. Beragam bencana tersebut bisa saja merupakan teguran agar umat Islam kembali ke jalan Allah karena suatu bencana tidaklah berlangsung tanpa sebab. 35aWvj.
  • ll234qlsrk.pages.dev/70
  • ll234qlsrk.pages.dev/230
  • ll234qlsrk.pages.dev/422
  • ll234qlsrk.pages.dev/310
  • ll234qlsrk.pages.dev/257
  • ll234qlsrk.pages.dev/212
  • ll234qlsrk.pages.dev/231
  • ll234qlsrk.pages.dev/46
  • kenapa allah memberi cobaan bertubi tubi