Sendiri bukan kesalahan. Memilih untuk menjadi single pun sama sekali nggak ada salahnya kok. Lagipula Mbak punya Allah. Dan mbak Malica juga sudah punya pasangan yang setia. Pasangan yang nggak akan pernah melukai, tetapi justru akan memberikan kebahagian setiap hari.Tak lain adalah menulis. Benar, kan, Mbak?"
Oleh Khaleed Rasheed Siswa kelas 9 di MILBoS JAKARTA - Allah berfirman, “Janganlah bersedih, karena Allah bersama kita.”Sebuah nasihat indah dari Al-Qur'an yang seakan menjadi obat bagi setiap orang. Tak sedikit orang yang merasa memiliki masalah. Tak sedikit orang yang tertimpa musibah. Tak sedikit orang sedang kesulitan menghadapi berbagai macam ujian. Merasa sendirian dan tak ada yang memberi orang pasti kan punya masalah. Bahkan semakin tinggi posisi orang, maka semakin besar pula masalah dan problem yang akan adalah pohon, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang berhembus menabrak batang dan daunnya. Yang otomatis lebih rawan akan hinggap di setiap kehidupan manusia. Selalu ada dan senantiasa menemani setiap langkahnya. Tak pernah sekali pun masalah kan jauh dari manusia. Sebab dunia memang dirancang bukan buat senang-senang. Melainkan dunia diciptakan untuk ujian. Ya, tempat ujian manusia. Apakah kita bisa lulus, atau malah terjeblos dalam lubang kita dapati, banyak orang bunuh diri karena deretan masalah yang datang. Ada yang dilit hutang ratusan juga sehingga tak bisa bayar. Ada yang anak-anaknya jadi nakal dan melakukan pergaulan bebas. Ada juga yang tak kuat dengan siksaan fisik atau verbal dari orang-orang di sekitarnya. Mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka karena mereka yakin, hidup setelah mati mungkin lebih lumayan. Itu karena tidak ada iman di dada mereka. Makannya hadirlah keputus pernah merasa sendiri. Apabila ingin sesuatu, minta saja pada Allah. Bila butuh pertolongan, mintalah pada Allah. Sebab jika ada sebagian orang atau seluruh orang ingin mencela, menghardik, menghina, mencelakai, merendahkan, meremehkan yang lain, sesungguhnya itu tidak akan terjadi kecuali atas kehendak berperasangka baik kepada Allah bahwa kita selalu berada dalam perlindungan dan penjagaannya. Serta dalam balutan kasih-Nya. Yang akan terjadi pada kita apa pun bentuknya adalah bagian dari tarbiyah. Teruslah mendekat pada-Nya niscaya akan terasa ringan beban-beban dan masalah yang hadir di depan kita. BERITA LAINNYA KISAH Pasangan Kembar Alumni ESQ Business School Ini Jadi Model Profesional JAKARTA - Menengok kabar dari alumni kembar ESQ Business School yang keduanya kompak menjadi model dalam dunia fashion dan kecantikan, Fanny Fandiah, S. Kom dan Hanny Fandiah, S. Mn. Mereka lulus dari jurusan sistem informasi dan manajemen bisnis tahun kembar tersebut menjalani karir dalam satu perusahaan yang sama yaitu Shella Saukia Group. Fanny Fandiah yang akrab dengan panggilan Fanny menjabat sebagai asisten manager yang memastikan operasional perusahaan berjalan dengan baik serta mengkomunikasikan tiap kegiatan yang ada, juga melakukan perekrutan karyawan untuk kebutuhan kembarannya, Hanny menjadi Head of Shella Saukia Skin yang bertanggung jawab mengurus operasionalnya, pengembangan produk, serta content creator dalam Shella Saukia karir dalam Sehlla Saukia Group, kedua kembar tersebut mengaku aktif sebagai model secara komersial dan kasual.“Sebagai model hijab, saya sudah berkecimpung kurang lebih empat tahun lengkap dengan catwalk juga photoshoot.”Menjalani profesi yang beragam, Fanny dan Hanny sepakat bahwa perlu memiliki etika, seperti bertanggung jawab. “Didapati ilmu dari ESQ Business School yaitu leadership, yang ilmu ini menjadi kemudahan untuk berkomunikasi baik dengan sesama karyawan, menugaskan anggota untuk mengerjakan tugas.""Dengan pembentukan karakter di ESQ Business School membuat saya dapat lebih memahami dan menghadapi setiap lingkungan kerja, permasalahan yang ada di lingkungan," terang Fanny dalam wawancara eksklusif juga menyebutkan bahwa dirinya memiliki tekad untuk berkontribusi Indonesia Emas dengan menjadi pribadi yang lebih baik terutama untuk perusahaan, memasukkan karyawan-karyawan terbaik yang memiliki value serta karakter agar perusahaan lebih maju dan Hanny ingin berkontribusi sebagai alumni ESQ Business School memiliki manfaat untuk lingkungan sekitar dengan memberikan banyak hal bermanfaat dan ingin berkontribusi membantu percepatan ekonomi di Indonesia dengan perusahaan yang dibangun saat ini.“Untuk generasi muda, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Hasil akan terlihat dari apa yang kita usahakan.""Seperti bersepeda, jika ingin menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak maju, sehingga jika ada tantangan tidak terjatuh, tapi bergerak terus dan hadapi," tutup kedua alumni kembar dalam wawancara eksklusif yang bisa ditonton dalam kanal youtube ESQ Business School. KISAH Jadi Pengusaha Sejak Kuliah di ESQ Business School, Shavira Liviana Kembangkan Bisnis Skincare Bernama Fitlab JAKARTA - Menduduki masa kuliah, Shavira Liviana, S. Mn mengikuti program Second Generation program pelanjut bisnis keluarga dan berhasil membuat bisnis Liviana yang dikenal dengan panggilan Shavna, seorang alumni ESQ Business School yang baru saja di wisuda pada tahun 2022 dengan gelar Sarjana dalam membangun bisnis dimulai saat duduk di bangku kuliah tahun 2020. Shavna memulai bisnis dalam bidang kecantikan yaitu skincare bernama Fitlab Beauty. Ia mengaku bisnis ini terus berkembang serta meningkat.“Bisnis skincare ini bisa meningkat karena semua orang pasti menggunakan skincare. Bahkan pada masa pandemi covid kemarin, bisnis skincare termasuk bisnis yang tetap meningkat.”Fitlab Beauty merupakan bisnis skincare yang fokus kepada wajah. Produk Fitlab Beauty tersedia mulai dari serum, cleanser, hingga cream. Yang bisa dibeli melalui berbagai e-commerce seperti Shoppe dan menjalankan bisnis, banyak tantangan yang pasti dihadapi. Bersama ilmu yang didapat dari ESQ Business School, Shavna mendapat perubahan menjadi orang yang lebih bermental kuat. Ini amat berpengaruh dalam menjalankan bisnis menurut Shavna.“Selain itu, di ESQ Business School saya mendapatkan ilmu mengenai leadership. Dan ini saya terapkan ketika memimpin tim dan me-manage segala aspek dalam bisnis saya.”Menambahkan dalam kalimatnya, bahwa Shavna menjalankan bisnis dengan penuh passion, sehingga dapat menjalankan bisnis dengan penuh tanggung jawab serta pantang menyerah, bahkan dilakukan dengan sepenuh Shavna terhadap Fitlab Beauty dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan menjadi ladang rezeki bagi para karyawan yang bergabung dalam perusahaannya.“Saya mengingat perkataan Bapak Ary Ginanjar pada saat awal saya masuk kuliah, bahwa tidak ada daun yang jatuh tanpa izin karena itu, saya amat senang dan bersyukur dapat berkuliah di ESQ Business School sehingga pada akhirnya saya dapat menjalankan bisnis saya sendiri.” Kata terima kasih juga Shavna lontarkan untuk ESQ Business School yang sudah membimbing Shavna hingga dapat menjalankan bisnis miliknya pribadi dan terus mengembangkan bisnis Fitlab Beauty hingga wawancara eksklusif bersama alumni, Shavna menitipkan pesan kepada para generasi muda,“Jangan pantang menyerah! Karena tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.” KISAH CEO Muda Lulusan ESQ Business School, Ade Miftah Lanjutkan Bisnis Keluarga yang Berdiri Sejak Tahun 90-an JAKARTA - Mengenal Pandawa Printing yang berada di Jalan Margonda Raya, Depok yang memudahkan layanan antar printing ke berbagai daerah melalui CEO-nya. Terbilang masih sangat muda seukuran CEO, ia merupakan alumni ESQ Business School dari jurusan manajemen yaitu Ade Miftah Mubarok, S. Miftah menjabat sebagai CEO di Pandawa Digital Printing yang telah dibangun oleh kedua orangtuanya sejak tahun 90-an. Diakui bahwa Ade merupakan generasi kedua yang mengurus bisnis orang CEO Pandawa Printing, alumni angkatan tiga ESQ Business School ini banyak ditugaskan dalam mengatur strategi bisnis salah satunya adalah bagaimana jalannya keuangan dalam bisnis, hingga mengontrol seluruh karyawan dalam Pandawa Digital printing yang memiliki layanan teknologi internet itu hadir dengan teknologi cloud-computing serta online service ini bisa didapati untuk melakukan printing tripod flexy china, tripod foam board, finishing lipat, bahkan hingga finishing berjalannya bisnis Pandawa Printing, Ade mendapati banyak bertemu dengan orang yang memiliki pemikiran berbeda sehingga dapat mempengaruhi bagaimana berpikir dan mengasah kemampuan Ade memiliki kemampuan memimpin, ia mengaku berdasar dengan pembelajaran selama di ESQ Business School yang terus membentuk karakternya dengan value yang ditanamkan.“Integrity atau kejujuran menurut saya penting sekali dalam memimpin. Saya juga akan selalu menanamkan pada karyawan saya untuk selalu jujur dalam hal apapun. Misal dalam pencatatan transaksi keuangan sampai dengan hubungan mitra usaha.”Ade juga beranggapan bahwa value passion membawa kita semangat dalam mengerjakan suatu hal. Kemudian juga value creativity tentu amat diperlukan saat membangun bisnis supaya dapat lebih banyak melakukan inovasi, mengeluarkan ide ide kreatif untuk keberlangsungan bisnis.“Dengan value creativity ini, kita banyak melakukan pembaruan produk, mengubah marketing yang tadinya konvensional harus datang satu per satu ke client, sekarang beralih ke digital marketing.”Ade juga mengatakan dengan kemampuan memimpin bicara tentang bagaimana kita dapat mengetahui karakter berbagai orang dan menyikapinya. CEO Pandawa Printing tersebut berharap dapat membuka lapangan pekerjaan yang dapat membantu mensejahterakan banyak orang terutama karyawan-karyawannya. Pemikiran dari CEO muda ini membuat banyak mata lebih melek terhadap kesejahteraan banyak sesi wawancara eksklusif dengan alumni, Ade Miftah berpesan,“Dimanapun kita bergerak, tetap jalankan apa yang ada di hadapanmu. Disitulah nanti kamu akan menemukan passion!”Profile sarjana milik CEO Pandawa Digital Printing dapat disimak di sini KISAH Dari Magang, Ahsanu Nadiyya Alumni ESQ Business School Dapatkan Karir Full Time di Perusahaan Teknologi Ternama! JAKARTA - Karir seorang alumni dari jurusan sistem informasi berawal dari magang termasuk mata kuliah praktek di kampusnya, dan sekarang menjadi karyawan full time di perusahaan teknologi Nadiyya, S. Kom, seorang alumni yang seringkali disapa dengan panggilan Nadiyya saat ini berhasil bekerja sebagai ASEAN data sales operation di perusahaan teknologi berasal dari Denmark yang memproduksi gadget dan auto device.“Awalnya ketika cari internship untuk mata kuliah kerja praktek magang dapatlah di Jabra. Setelah selesai magang, mereka memberikan offering untuk full time employee di sana sebagai ASEAN data sales operation," cerita Nadiyya dalam wawancara seorang ASEAN data sales operation Nadiyya memiliki tugas untuk membantu ASEAN tim untuk mendapatkan data yang lebih reliable. Salah satunya dengan menganalisa data hasil penjualan sehingga bisa mendapatkan profit yang lebih sendiri karena fokus pada tim ASEAN membantu data, sehingga Nadiyya lebih fokus untuk membantu tim Philipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan yang Nadiyya hadapi selama bekerja di Jabra sebagai ASEAN data sales operation salah satunya adalah perbedaan bahasa, tapi tidak menjadi suatu hal yang menghalangi karir Nadiyya. selama kuliah di ESQ Business School sudah dibekali dengan mata kuliah Kepemimpinan Budaya dan ada mata kuliah Bahasa Inggris yang sangat membantu saya dalam pekerjaan sekarang.” Selain kedua mata kuliah yang disebutkan oleh Nadiyya, ada mata kuliah lain yang dianggap berpengaruh terhadap karir Nadiyya saat ini yaitu Data dan Customer Relations Management, serta mata kuliah Business School memiliki 5 values yang senantiasa ditanamkan pada jiwa mahasiswanya sehingga membentuk karakter berkualitas. Hal ini terasa oleh alumni ini yang bekerja secara profesional, dari lima values ada satu value yang Nadiyya anggap paling sering creativity-lah yang senantiasa Nadiyya gunakan untuk menganalisis data sesuai dengan bidang pekerjaan yang sedang dia geluti.“Untuk menganalisa data kita butuh berfikir kreatif. Sehingga kita bisa mendapatkan data dengan hasil yang lebih valuable.”Nadiyya juga ikut mengatakan bahwa semenjak kuliah di ESQ Business School dirinya menjadi sosok yang jauh lebih terarah dan fokus terhadap cita-cita sehingga termotivasi untuk suksesnya lebih untuk sukses menjadi besar juga keinginan Nadiyya memberikan kontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan menjadi generasi muda yang membagikan banyak hal positif kepada generasi muda lainnya. Contohnya dengan menerapkan 5 values ESQ Business School integrity, passion, creativity, humility, professionalism di lingkungan pekerjaan hingga meng-influence teman lainnya supaya memiliki karakter kuat dengan value yang sama.“Untuk teman-teman semua, keep find away to get your dream, stay positive!” tutup Nadiyya di akhir sesi wawancara eksklusif untuk profile alumni. KISAH Sebagai Alumni ESQ Business School, Mayolla Pegang 5 Valuesnya Saat Menjabat Jadi Co-Founder & CBO Aplikasi Teman Curhat JAKARTA - Kolaborasi energi antar mahasiswa ESQ Business School dalam membangun bisnis seringkali didapati. Salah satunya adalah Mayolla Suci Eksa, S. Mn yang bergabung bersama rekan satu angkatannya membangun bisnis StartUp, Teman Curhat ESQ Business School jurusan manajemen bisnis yang akrab dipanggil Olla itu menjabat sebagai Co-Founder Teman Curhat App dan merangkap sebagai Chief Business Curhat App sendiri adalah aplikasi digital yang berperan sebagai pendengar baik yang membantu menggali solusi dan menjadi saran pengembangan diri. “Tugas saya sebagai co-founder dan CBO adalah memastikan divisi-divisi untuk bekerja secara efektif mencapai tujuan perusahaan, serta mengurus bagian administratif finansial dan operating management-nya.”Setelah lulus dari ESQ Business School, Olla bersama rekannya langsung membangun dan fokus dengan aplikasi Teman Curhat yang saat ini sudah berjalan selama 2 tahun. Goals dari Teman Curhat pada tahun ini dapat mencapai juga bicara mengenai bagaimana dirinya dan tim menghargai tiap pencapaian yang terjadi sebagai bagian dari perjalanan mereka. “Karena bisnis yang kami jalani betul-betul dari nol, tiap perjalanan adalah waktu pencapaian bagi kami. Pencapaian terbesar kami adalah Teman Curhat App dapat menjadi salah satu aplikasi terbaik pilihan Google Indonesia untuk dapat dimanfaatkan user untuk pelayanan kesehatan mental pada tanggal 10 oktober 2022, hari kesehatan mental dunia.”Pencapaian yang diraih Olla dan tim tentu tidak pernah luput dari usaha dan bagaimana karakter Olla serta tim terbentuk supaya dapat menyatukan visi misi perusahaan dan terus mencapai banyak hal.“Saat kuliah mata kuliah karakter, saya belajar tentang ilmu leadership dan membangun hal yang paling berubah dalam diri saya adalah mengenai mindset. Sebelumnya saya memandang banyak hal secara kecil dan biasa saja, namun di ESQ Business School akhirnya saya dapat merubah pola pikir, memandang satu sudut saja bisa lebih besar pandangannya serta lebih bermakna.”Bersama dengan pilar yang dibangun untuk pendidikan di ESQ Business School, Olla mendapatkan dirinya dapat mengimplementasikan lima values yang telah diajarkan dan values tersebut adalah integrity, passion, creativity, humility, dan professionalism. Nilai nilai tersebut menjadi pegangan Olla dalam berkarya dan berbisnis.
Olehkarena itu, sangat penting untuk tidak pernah menggagap diri paling benar dalam beragama. Allah sendiri dalam Al Quran berfirman, ArtikelTerkait. 5 Syarat Amal Ibadah Diterima Allah. Jangan Merasa Paling Benar! Allah Ta'ala berfirman, " Tidak ada paksaan dalam memeluk agama." (QS. Al Baqarah: 256) []
Jangan Merasa Benar Sendiri, Karena Bisa Menjerumuskan Kepada Kemusyrikan KH. Mustafa Bisri menjelaskan dalam kajian mengaji Hadis kitab al-Arba’in al-Nawawi bahwa Allah SWT Maha luas ampunanNya, sebesar apapun itu dosanya, pasti Allah SWT ampuni, walaupun menjulang setinggi langit. Namun, hal tersebut memiliki satu syarat yaitu tidak menyekutukan Allah SWT. Dalam Hadis urutan ke-42 dalam kitab al-Arab’in al-Nawawi memuat kalam Allah SWT yang menyatakan bahwa Allah SWT akan mengampuni segala dosa أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ قَالَ اللهُ تَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةًDari Anas Radhiallahuanhu dia berkata, Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda, Allah ta’ala berfirman Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, aku tidak peduli berapapun banyaknya dan besarnya dosamu. Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sebanyak awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan HR. al-Turmudzi.Syirik berarti meyakini bahwa ada Tuhan lain selain Allah SWT. KH. Mustafa Bisri memberikan contoh syirik yaitu jika ada seseorang yang menyembah Allah SWT, melaksanakan shalat, namun orang tersebut juga meminta sesuatu kepada pohon beringin, menyembah juga di sana, nah, itulah syirik, menjadikan sesuatu selain Allah SWT sebagai yang syirik atau musyrik tidak akan diampuni dosanya. Tingkatan dosa yang paling tinggi adalah syirik. Sehingga, pernyataan dan janji Allah SWT akan mengampuni segala dosa, tidak peduli sebesar apapun dosa tersebut, hal itu berlaku bagi hamba-hambaNya yang tidak melakukan dosa syirik. Selagi hamba tersebut menjadikan Allah SWT satu-satunya tempat meminta, memohon dan masih berharap ampunan dari Allah SWT maka Allah akan mengampuni segala dosa setan membisikkan kepada manusia supaya manusia merasa tidak memiliki dosa sehingga tidak perlu memohon ampunan kepada Allah SWT. Ada juga yang merasa banyak dosa sehingga malu untuk berdoa dan meminta kepada Allah SWT. Lalu, jika seperti itu, kepada siapa lagi kita berdoa dan memohon? Jika tidak kepada Allah SWT? Seperti itulah godaan dan bisikan yang harus kita KH. Mustafa Bisri menjelaskan bahwa bisikan paling mengerikan dan membahayakan yaitu ketika manusia menyekutukan Allah SWT dengan dirinya sendiri. Seseorang yang menggebu-gebu untuk memperjuangkan agama Allah SWT maka akan merasa dirinya paling benar, padahal yang paling mutlak kebenarannya adalah Allah SWT, kebenaran yang mutlak milik Allah SWT. Jadi, saat seseorang merasa mutlak paling benar maka sesungguhnya ia sedang menyekutukan Allah SWT. sekali kita melihat di sekitar kita bahwa orang mengorasikan kebenaran, merasa paling benar karena sudah menjunjung tinggi kalam Allah SWT dan agamaNya, tidak ada yang benar kecuali orasinya. Hal seperti inilah yang harus lebih diberikan rambu hati-hati. Semoga kita tidak termasuk golongan seperti itu, selalu menjadikan Allah SWT di atas segalanya. Aamiin.
Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman, 4: 228, no.4876.
BELAKANGAN ini banyak sekali peristiwa saling judge atau saling menghakimi antar sesama umat beragama. Bahkan tidak jarang ada beberapa oknum yang tega menyebut dirinya paling benar dalam beragama dibanding orang lain. Lalu bagaimana islam memandang hal ini? Apa hukum merasa diri paling benar dalam beragama islam? Mendekati akhir jaman, kita sering merasa disulitkan untuk menilai mana yang benar dan salah. Apa yang kita anggap benar belum tentu benar sepenuhnya di hadapan Allah SWT. BACA JUGA Benarkah Lelaki Bisa Jatuh Cinta Berkali-kali? Bisa jadi apa yang kita anggap keliru ternyata lebih baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak pernah menggagap diri paling benar dalam beragama. Allah sendiri dalam Al Quran berfirman, “Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” QS. An-Najm 32 Setan penuh tipu daya untuk menjerumuskan umat manusia ke dalam neraka. Selain mengajak untuk berbuat dosa dan kerusakan, setan juga kerap melancarkan godaan yang dirasa benar dan baik padahal kenyataannya tidak. Salah satu contohnya adalah menanggap orang lain lebih salah dalam beribadah dibanding dirinya sendiri. Dengan cara ini, setan seolah membuat manusia merasa dirinya suci dan bebas dari dosa. Salah satu contoh perbuatan merasa diri paling benar adalah mengabarkan ke orang lain bahwa dirinya paling benar dan paling dalam ilmunya. Merasa diri paling benar atau paling suci dalam beribadah adalah hal yang dibenci oleh Allah. Karena ini adalah perbuatan Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas dicela oleh Allah dalam Al Quran. Kebiasaan Yahudi dan Nasrani ini diabadikan dalam kitab suci Al Quran, “Dan mereka berkata “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui ?” QS. Al-Baqarah 80 Kebiasaan mereka ini pun kemudian dijelaskan secara gamblang oleh Allah melalui ayat berikut ini, Dan mereka Yahudi dan Nasrani berkata “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beragama Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu hanya angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” QS. Al-Baqarah 111 Karena kebiasaan mereka ini, Allah Ta’ala kemudian mencela perbuatan mereka dan diganjar oleh dosa. Hal ini juga berlaku bagi umat Islam yang merasa dirinya paling benar dibanding umat islam lainnya. “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun.” QS. An-Nisa’ 49 “Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata bagi mereka.” An-Nisa’ 50 Masih sehubungan dengan hukum merasa diri paling benar, Rasulullah juga melarang umatnya untuk merasa dirinya lebih suci atau lebih baik dalam beragama. Sebagaimana disebutkan dalam haditsnya berikut ini “Janganlah kalian merasa diri kalian suci, Allah lebih tahu akan orang-orang yang berbuat baik diantara kalian.” HR. Muslim Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk lebih mengenal dirinya sendiri. Karena dengan mengenal diri sendiri dapat menghindari kita dari penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, takabur, dan lain sebagainya. Selain itu, dengan mengenal diri sendiri juga untuk menghindari perdebatanyang tidak perlu. Stop! Jangan Merasa Paling Benar! Kalimat ini bisa jadi diucapkan oleh orang tertentu ketika melakukan diskusi atau berdebat, akan tetapi jika diperhatikan justru perlu ditinjau kembali bagi yang mengucapkan kalimat ini. Artinya yang berkata seperti ini perlu introeksi diri karena justru dialah yang “merasa paling benar” Misalnya ada seseorang yang mengungkapkan pendapatnya atau pendapat ulama yang ia yakini terhadap suatu hal tanpa menyinggung pendapat lain yang berbeda dengannya. Tiba-tiba ada orang yang berkata dan mengomentari “Anda jangan merasa paling benar, pendapat anda perlu ditinjau ulang juga bahkan terkadang dengam bahasa yang kasar atau menyindir” Saudaraku, perkatikan hal berikut “Bisa jadi pada orang yg ketika orang lain memberikan pendapat, kemudian ia tidak setuju dan bahkan ia mencela menyindir-nyindir Ia pikir dia lah yg paling benar, orang lain yg menyampaikan pendapat itu adalah salah” Justru orang yang mengatakan “jangan merasa paling benar” itu yang merasa paling benar, karena Ia menyangka pendapatnya yang benar yang lain salah sehingga tidak boleh disampaikan Ia mengkritik atau bahkan mencela orang yang menyampaikan pendapat yang berbeda denganya Bahkan ia tidak mau orang lain menyampaikan pendapatnya dan bahkan memaki-maki di postingan orang lain. Saudaraku, Dakwah dalam Islam itu mudah, jika diterima Alhamdulillah, jika ditolak maka tidak boleh dipaksakan dan dimusuhi karena mereka masih saudara kita se-Islam. BACA JUGA Begini Tata Cara Shalat Jenazah yang Benar Dalam agama tidak ada paksaan untuk menyakini dan tidak boleh memaksa orang lain berhenti akan dakwahnya, tentu dakwah yang sesuai manhaj ahlus sunnah wal jamaah. Allah Ta’ala berfirman, “ Tidak ada paksaan dalam memeluk agama.” QS. Al Baqarah 256 []
JanganGalau ,risau gelisah khawatir dan merana karena dimanapun kita berada Allah selalu Ada..!
Kehidupan tempat kita belajar dan berinteraksi juga bersosialisasi. Tak mungkin kita hidup dalam kesendirian. Terus yang lain dianggap apa?? Saat diri merasa sendiri. Dunia terasa sempit. Penuh sesak dan sumpek! Mata berurai hati berprasangka. Pejamkan matamu sejenak. Jernihkan fikiran beningkan hati. Seringkali kita terjebak pada fikiran yang salah. Hingga tindakan dan ucapan pun salah! Saat kamu merasa, orang tak lagi memperdulikanmu.. Tapi ingatlah Allah yang selalu peduli.. Saat kamu merasa sendiri.. Hingga berfikir seolah tak ada lagi orang yang memperhatikanmu.. Tapi ingatlah Allah yang selalu memperhatikanmu… Saat kamu merasa sendiri.. Hingga berfikir tak ada lagi orang yang mau mendengar ceritamu, keluhmu, kesahmu, bahagiamu… Tapi ingatlah Allah yang kan selalu setia Mendengarmu Kapanpun kamu mau! Saat kamu merasa sendiri.. Hingga kamu berfikir orang-orang telah meninggalkanmu.. Tapi ingatlah Allah yang tetap setia menunggumu Yang takkan pernah meninggalkanmu… Kecuali kamu sendiri yang meninggalkan-Nya.. Dia slalu ada untukmu.. Saat kamu merasa sendiri.. Hingga kamu berfikir seolah tak ada yang dapat kita percaya.. Tapi ingatlah Allah, Kita harus tetap percaya Pada-Nya.. Dia selalu memberi kita.. kesempatan untuk memperbaiki segalanya.. Saat kamu merasa sendiri.. Hingga kamu berfikir orang-orang telah mengkhianatimu.. Tapi ingatlah Allah, bahwa Dia tak pernah berkhianat apalagi mendzalimi Hamba-Nya.. Justru terkadang kitalah yang melakukan itu namun Allah selalu mengampuni dan memaafkan.. Saat kamu merasa sendiri.. Karna hati terlalu berharap pada makhluk-Nya Maka, Jangan kecewa bila suatu saat orang yang kamu harapkan tak jua menghampiri.. Atau tak sesuai yang diharap.. Karna manusia memiliki keterbatasan, sementara Allah tidak berbatas.. Jadi berharaplah pada-Nya.. Maka kamu takkan kecewa.. Justru keikhlasan dan kesabaran yang kamu dapatkan! Saat kamu merasa sendiri.. Ingatlah selalu Allah.. Selama diri mengingat-Nya dan hati yakin padaNya.. Maka sepimu tiada! Maka sedihmu sirna! Berharaplah selalu pada Allah! Maka Allah membalasmu dengan Cara terbaiknya! Jadi benar! kita tidak sendiri! Allah bersama kita, jadi apa yang Kita takuti,,,? “Selama kita berserah diri pada-Nya, maka kita tidak sendiri, Semua problema, semoga dapat mendewasakan diri kita untuk lebih baik dan lebih……..lebih…….lebih mendapat Kesabaran” Insya Allah..Aamiin.. “Ya Allah Ya Rabb Beri kami kekuatan tuk Menjalani semua uji Dan Qadha-Mu, Ku yakin, semua itu mengandung hikmah yang terselip, Agar aku senantiasa lebih Mendekat lagi pada-Mu. Rabb, Buanglah semua kebencian ataupun prasangka yang masih menyelimuti hati, Ku tak ingin ya Rabb, Menodai kesucian hatiku karna prasangka dan penyakit hati lainnya, Yang membuat hatiku kelam dan ternoda. Pada-Mu aku berharap.. pada-Mu Aku bersujud.. Bimbinglah aku! Tegarkan aku.. Sabarkan Aku.. Penuhi dengan Cinta ,Rahmat dan Kasih sayang-Mu” Aamiin Allahumma Aamiin.. Back to top button
109Likes, 15 Comments. TikTok video from JJ1990 (@jaliil1990): "jangan merasa penat lelah dlm perjuangan..In Sya Allah di akhirat akan ada berita gembira". Caravansary.
Dalam kehidupan selalu ada kebahagiaan dan kesulitan. Ketika menghadapi kesulitan hidup banyak yang tidak sabar. Menggerutu, berkeluh kesah, seakan kesulitan tidak pernah kesulitan yang diberikan oleh Allah melatih untuk bersabar. Berikut ini lima janji Allah untuk hamba-Nya jika bersabar dalam hadapi kesulitan. Ingin tahu? Yuk, gulir ke bawah!1. Allah bersama hamba-Nya yang sabarilustrasi Allah bersama hamba'Nya' sedang tertimpa kesulitan orang di sekitar seolah menjauh. Sehingga kita merasa terkucilkan. Ketahuilah, hal tersebut tidak benar. Ada Allah bersama hamba-Nya jika bersabar. Seperti terdapat pada Ali Imran 146, artinya "Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikutnya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh. Allah menyukai orang-orang yang sabar." Jadi jangan merasa sendiri, ada Allah bersama orang sabar. Adukan segala kesulitanmu Mendapatkan ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Allah SWTilustrasi mendapat petunjuk dari Allah cara Allah menurunkan cobaan pada hamba-Nya. Maka harus bersabar karena Allah akan memberikan petunjuk agar keluar dari kesulitan. Tidak itu saja Allah akan memberikan Rahmat dan ampunannya seperti terdapat dalam Al-Baqarah 155-157, yang artinya "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." 3. Memperoleh pahala tanpa batasilustrasi mendapat pahala sulit kita sering berkeluh kesah. Eit, jangan mengeluh, ya. Karena akan menjauhkanmu dari rasa sabar. Sabar akan membawamu mendapatkan pahala yang tanpa batas. Kalau gak percaya, yuk, dibaca arti dari an-Nahl 96 berikut ini "Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". Baca Juga 6 Sumber Rezeki dari Allah SWT Terdapat dalam Al-Qur'an, Harus Yakin! 4. Keberuntungan bagi yang bersabarilustrasi beruntung bagi yang sabar hanya bersabar tapi iringi juga dengan takwa terhadap Allah SWT. Niscaya kamu akan menjadi orang yang beruntung. Hal ini terdapat dalam Ali Imran 200, artinya "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga di perbatasan negerimu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” 5. Derajat yang tinggiilustrasi mendapat derajat tinggi terakhir hasil dari kesabaranmu kelak di surga kamu akan mendapat martabat yang tinggi. Allah tidak akan mungkir dari janjinya. Terdapat dalam Al-Furqan 75 "Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi dalam surga karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya." Sabar mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan. Namun, ada janji-janji Allah bagi yang kesabaranmu ada kebaikan di dalamnya. Semoga penjelasan di atas dapat menjadi bahan bakar untuk bersabar dan tidak mengeluh. Semoga bermanfaat. Baca Juga 5 Cara Menyeimbangkan Hidup antara Dunia dan Akhirat bagi Muslim IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
JanganTakut Sendiri, Jangan Pernah Merasa Sepi.. Ada Allah Diary 1. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, Sering merasa sendiri, tak punya teman bicara, merasa sepi dalam keramain. Ya.. itu aku. Tipe orang yang cukup ekstrovert pada orang-orang terdekat. Namun, introvert pada orang-orang baru.
Ilustrasi kesepian. Shutterstock/Inger Anne Hulbækdal - Kesepian tak hanya merujuk pada keadaan seseorang saat sendirian, lebih dari itu kesepian adalah keadaan pikiran seseorang. Kesepian adalah sebagai jawaban atas kebutuhan untuk memiliki. Kesepian adalah keadaan kesusahan atau ketidaknyamanan yang dihasilkan ketika seseorang merasakan perbedaan dan kesenjangan antara keinginan untuk berhubungan sosial dengan pengalaman aktualnya atau yang terjadi pada kenyataannya. Bahkan beberapa orang yang dikelilingi oleh orang lain sepanjang hari, atau berada dalam pernikahan yang bertahan lama, masih mengalami kesepian yang dalam dan meresap. Penelitian menunjukkan bahwa kesepian menimbulkan ancaman serius bagi kesejahteraan serta kesehatan fisik jangka panjang. Berikut merangkum cara mengatasi kesepian menurut Islam 2 dari 6 halaman Kesepian dan Prespektif Islam Wajar bagi semua muslim untuk mengalami kesepian kadangkala, namun jika hal tersebut berlangsung lama, seseorang perlu mengambil tindakan nyata untuk mengatasinya. Apapun masalah yang kita hadapi, kembali dan berserah diri pada Allah SWT adalah pilihan terbaik sebab semua keputusan hanya diputuskan oleh Allah semata. Allah SWT selalu ada kapanpun dan dimanapun kita berada. Allah SWT menjawab dengan firmannya dalam surah Ar-Ra‟d ayat 28 yang berbunyi الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ Artinya “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Ar-Rad28 Ayat tersebut menjelaskan bahwa iman menyebabkan senantiasa ingat kepada tuhan, atau zikir, iman menyebabkan hati kita mempunyai pusat ingatan atau tujuan ingatan, dan ingatan kepada Tuhan untuk menimbulkan tenteram, dan juga dengan sendirinya hilanglah segala macam kegelisahan, pikiran kacau, putus asa, ketakutan, kecemasan, keragu-raguan dan dukacita. Ketenteraman hati adalah pokok kesehatan rohani dan jasmani menurut 3 dari 6 halaman Cara Mengatasi Kesepian Menurut Islam Jangan takut untuk menghubungi seseorang “… Dan Allah SWT akan membantu hamba-Nya selama dia membantu saudaranya.” ~ Hadits-An-Nawawi Ketika Anda berada dalam keadaan pikiran yang kesepian, hal itu bisa menyakitkan, membingungkan, dan mengasingkan, yang dapat dengan mudah membuat Anda bereaksi dengan menarik diri lebih jauh ke dalam diri Anda dan mengulangi siklus tersebut. Oleh karena itu, menjangkau seseorang yang dapat memungkinkan Anda memperoleh perspektif dan bantuan sebelum siklus berikutnya terpicu akan sangat membantu. Menumbuhkan persahabatan baru, dan berhubungan dengan keluarga dan teman lama adalah beberapa cara terbaik yang telah dicoba dan diuji untuk memerangi kesepian. Saat ini, Anda bahkan tidak perlu keluar secara fisik dari zona nyaman untuk berbicara dengan orang baru, ada begitu banyak orang daring yang mencari dukungan, koneksi, dan hubungan yang langgeng. Namun, berhati-hatilah dengan siapa yang Anda temui secara online dan jangan pernah memberikan informasi pribadi yang memungkinkan orang lain mencuri identitas Anda atau lebih. 4 dari 6 halaman Buat diri Anda sibuk dengan kegiatan yang disukai “Tidak ada orang berkumpul bersama di salah satu Rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka sendiri, kecuali bahwa sakeenah ketenangan turun atas mereka, dan rahmat menyelimuti mereka, dan para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebutkan mereka di antara mereka. mereka yang bersama-Nya. " ~ Hadits-An-Nawawi Ada banyak cara untuk tetap sibuk dalam kehidupan sehari-hari untuk mengalihkan diri dari perasaan kesepian. Dari menjadi sukarelawan untuk tujuan yang Anda yakini, hingga memelihara hewan peliharaan atau mengikuti kelas seni atau olahraga, ada begitu banyak hal di luar sana untuk menghabiskan waktu Anda dan mencapai hasil yang produktif, kreatif, dan bermanfaat. Anda bahkan dapat mencoba satu hal baru setiap minggu atau setiap minggu yang dapat membantu Anda menghadapi dan bertemu orang baru, seperti melukis atau yoga, pergi ke perpustakaan, menghadiri acara dan lokakarya yang menarik, dan mempelajari keterampilan baru seperti bela diri atau memasak. . Contoh-contoh tertentu mungkin membutuhkan Anda untuk mengenali dan melawan godaan yang Anda dapatkan untuk mengisolasi diri sendiri, dan mengganti tanggapan Anda seperti tinggal di kamar Anda dengan pergi keluar dengan teman-teman Anda. Anda bisa memulai dari hal kecil, seperti rapat untuk minum kopi atau berjalan-jalan di taman. Ini mungkin tidak mudah, tapi memulainya adalah langkah yang baik pelan-pelan keluar dari kesepian Anda. 5 dari 6 halaman Bertahanlah di masa-masa sulit Pentingnya mengunjungi satu sama lain semakin ditekankan ketika teman-teman kita sakit atau mengalami kesulitan. Tidak diragukan lagi dalam keadaan seperti itu, seseorang lebih rentan terhadap perasaan depresi dan duka dan Nabi Muhammad Saw pentingnya teman. Nabi Muhammad Saw memberi tahu kita bahwa jika kita mengunjungi saudara atau saudari kita pada saat sakit, kita akan menemukan Allah bersama mereka. Dan jika kita hanya menghibur saudara-saudara kita pada saat bencana atau kehilangan orang yang kita cintai, Allah akan memberi kita pakaian yang terhormat pada hari kiamat. Hadiri Ibadah Berjemaah Sebagai Muslim, kita dianjurkan untuk keluar rumah dan datang ke masjid sesering mungkin, paling tidak seminggu sekali. Terlepas dari pahala spiritual yang sangat besar yang kita terima karena menghadiri ibadah berjemaah seperti itu, kegiatan tersebut pasti meningkatkan kohesi sosial dan mengangkat rasa memiliki masyarakat. Ibn`Umar RA meriwayatkan Rasulullah Saw berkata "Shalat berjamaah dua puluh tujuh kali lebih berjasa daripada shalat yang dilakukan secara individu." Bukhari dan Muslim. 6 dari 6 halaman Berikan salam satu sama lain Jika berdoa berdampingan tidak cukup, Nabi Muhammad Saw juga akan terus-menerus menasihati kita untuk saling memberi salam damai, baik itu kepada yang kita kenal atau yang tidak kita kenal. Dia juga akan mendorong kita untuk saling menyapa dengan senyuman di wajah kita, karena itu dicatat sebagai amal. 'Abdullah Ibn' Umar meriwayatkan bahwa seorang pria bertanya kepada Rasulullah ﷺ "Apa hal terbaik dalam Islam?" Dia berkata, "Memberi makan orang lain dan memberi salam salam kepada mereka yang kau kenal dan mereka yang tidak engkau kenal." Bukhari dan Muslim [amd]
Diakhirayat ini Allah melarang kepada umat Islam untuk berteman setia kepada selain Allah, rasul dan orang bukan Islam. Banyak orang jika mempunyai masalah, justru lari dari Allah. Terakhir ia mengajak agar kita selalu menghadirkan Allah dalam setiap kehidupan kita. "Nikmat harus disyukuri, masalah harus dinikmati," pesannya. (azizah)
"Sendiri bukan kesalahan. Memilih untuk menjadi single pun sama sekali nggak ada salahnya kok. Lagipula Mbak punya Allah. Dan mbak Malica juga sudah punya pasangan yang setia. Pasangan yang nggak akan pernah melukai, tetapi justru akan memberikan kebahagian setiap lain adalah menulis. Benar, kan, Mbak?” Sulit dipercaya, ternyata orang yang baru saja saya temui beberapa bulan lalu sebagai partner kerja memberikan petuah yang bikin hati saya adem banget malam itu. Sebelumnya, saya mengalami momen yang awkward banget ketika beberapa orang mulai mempertanyakan status saya saat ini. "Kenapa nggak nikah, Mbak? Mantan udah nikah, lho!" "Kenapa nggak usaha nyari Mbak Malica? Kasihan anak-anak tuh udah pada gede." Ah, bagaimana saya harus menjelaskan pada mereka? Jika saya diam, takutnya mereka semakin penasaran, kan? Saya bukan tidak ingin menikah lagi. Keinginan untuk membina sebuah rumah tangga yang kedua pastinya ada. Tetapi kegagalan sebelumnya, cukup membuat saya tersadar bahwa pernikahan tidak hanya menyatukan dua hati saja. Melainkan menyamakan visi dan misi hidup, bisa menerima kekurangan pasangan, saling menghargai dan menghormati, menjaga kepercayaan pasangan, serta mampu menyatukan dua keluarga. Jika saja ada salah satunya tidak dipatuhi, maka, tidak menutup kemungkinan tembok rumah tangga yang tadinya kokoh, perlahan-lahan akan roboh. Yah, meski saya tahu bahwa hadirnya sebuah masalah dalam rumah tangga sangatlah wajar. Tetapi tetap saja, beberapa pilar yang sudah saya sebutkan di atas, alangkah baiknya tetap dijaga agar tercipta keluarga yang bahagia. Itulah yang menjadi alasan kenapa saya harus benar-benar mempertimbangkan dalam hal memilih pasangan. Saya juga bukannya nggak mau mencari pasangan selama 5 tahun ini. Sebenarnya ada sih yang klik di hati. Hanya saja, lagi-lagi saya berpikir apakah dia akan menerima keadaan saya? Perempuan yang tak lagi muda dan memiliki dua anak? Apakah dia bisa menganggap anak saya seperti anaknya sendiri? Sungguh, memikirkan pernikahan kedua itu lebih ribet dibanding pernikahan pertama, apalagi jika ada anak. Sejatinya yang terlintas bukan perkara bagaimana ijab qobul yang akan berlangsung dengan khidmat. Atau apakah si dia lancar mengucapkan kalimat sakral itu ya? Namun sebaliknya, kegalauan itu hadir ketika saya harus mengenalkan sosok lelaki yang akan menjadi ayah bagi anak-anak. Bahkan sekadar menyebut namanya di depan anak-anak saja, mulut saya seolah terkunci, seperti dihadang oleh tumpukan batu-batu besar sehingga ucapan yang sejatinya ingin sekali saya sampaikan pada anak-anak tertahan di tenggorokan saja. Sementara hati saya menangis bak ditusuk duri yang sakitnya tak terperi. Meski demikian, sampai saat ini saya tidak pernah memiliki keinginan untuk menutup hati dari lawan jenis. Sesakit apapun luka di masa lalu, bukan berarti saya harus minder, nggak mau taaruf dengan lawan jenis, atau bahkan mengecilkan kelebihan diri. Cukup berpikir sederhana saja. 30 tahun bukanlah usia yang pantas untuk berbasa-basi dalam hubungan. Apalagi harus ngikutin tren menjadi bucin yang suka galau nggak jelas. Dimana kegalauan tersebut tanpa disadari memberikan efek kurang baik secara mental maupun psikis. Yang paling menyeramkan, kemungkinan saya pribadi pastinya sedikit banyak lebih suka mengeluh dan mengeluh. Tak jarang saya akan merasakan kesepian dengan tidak adanya pasangan atau parahnya saya akan menganggap hidup ini nggak adil banget. Padahal masih ada yang lebih penting untuk dipikirkan daripada sekadar meratapi nasib sebagai jomlo, bukan? Teringat sebuah kelas online yang diadakan oleh satu persen dengan mengambil tema "Menyendiri tanpa merasa sendiri." Wow .... tema yang unik untuk dilirik. Saat membaca info kelas tersebut di instagram satu persen, saya tergiur. Kenapa? Generasi sekarang sangat butuh yang namanya ilmu pengembangan diri menciptakan kita itu sebagai makhluk yang istimewa dibanding makhluk lain ciptaan-NYA. Oleh karena itu, sebisa mungkin hargailah diri sendiri. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 70 Sebagai makhluk yang diistimewakan sekaligus dibekali akal oleh Allah, sehingga sudah sepatutnya sebelum berpikir kita harus mengolahnya terlebih dahulu. Sebelum berpikir kita sendirian di dunia ini, maka ingatlah bahwa Allah teramat dekat dengan kita. Itulah kenapa satu persen mengadakan kelas online berbasis self-improvement guna menyadarkan kita agar tidak berpikir negatif, tidak kehilangan jati diri ketika tersudutkan oleh ujian hidup, juga tidak menjadi sosok yang labil hanya karena omongan dari toxic people yang ada di sekitar kita. Makanya, perihal jodoh saya lebih memasrahkan pada Allah saja. Sesekali saya menjadi sosok yang cuek bebek ketika ada ucapan yang nggak enak didengar. Saya pun sangat yakin jika Allah telah menyiapkan jodoh terbaik buat saya kelak. Seorang imam yang tidak hanya menjaga dan menuntun saya menuju surga-Nya. Tetapi juga dialah yang akan menjadi panutan anak-anak saya. Itulah harapan saya. Akan tetapi jika sampai saat ini jodoh dari Allah belum juga tampak hilalnya, ya nggak masalah. Saya harus bersabar untuk menunggu lagi. Dan umpama, suatu saat takdir saya memang tidak dipertemukan lagi dengan jodoh yang klik. Lantas apa yang harus saya lakukan agar terus bertahan dalam kesendirian? Apakah saya akan bisa bahagia meski tidak ada pasangan untuk berbagi? At least untuk saat ini, kegagalan cukup mengajarkan saya untuk menjadi perempuan yang tegar dan mandiri. Dalam situasi apapun, saya harus bisa menciptakan sebuah kebahagiaan untuk diri sendiri sekalipun tanpa pasangan. Toh, fokus hidup saya sudah beralih pada mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak-anak bukan? Mungkin terdengar sangat egois ya? Tapi inilah pilihan hidup. Karena masa depan saya adalah anak-anak. Merekalah, dua perak yang harus saya ubah menjadi mutiara di masa depan. Nah, lantas bagaimana cara saya agar tetap bertahan seorang diri? Apalagi di tengah wabah coronavirus seperti sekarang, bukan hanya mental yang terkekang, tetapi imbauan untuk bekerja dari rumah juga seringkali membosankan. Tidak ada pasangan untuk berbagi curhat perihal finansial yang tak lagi stabil. Bisa saja menjadikan diri ini semakin merasa kesepian? Well, sepertinya saya harus memiliki cara untuk membahagiakan diri sendiri agar lebih ringan menjalani hidup bersama anak-anak. Tentunya selalu menjadikan Allah sebagai tempat bersandar dalam segala hal. Cara Bahagiaku Menikmati Status Single. Simple dan Anti Ribet! 1. Menulis Membuatku Merasa Hidup Tak dimungkiri, menulis adalah cara saya untuk meraih kebahagiaan yang sebenarnya. Mulanya, saya menulis hanya sebagai sarana self-healing. Namun, semakin ditekuni, perlahan-lahan menulis mampu mengurangi beban hidup. Dengan terus menulis, saya merasa lebih hidup. Seperti yang dikatakan Natalie Goldberg, penulis buku berjudul Writing Down The Bones. Buku tersebut kurang lebihnya berbicara tentang siapapun yang berprofesi sebagai penulis, dia bisa dikatakan seperti hidup dua kali. Di mana hidup pertamanya dihabiskan untuk menghasilkan tulisan awal. Hidup yang kedua lebih difokuskan pada mengoreksi tulisan, dan mengujinya. Bagaimana maksudnya? Ilustrasinya, seorang penulis bisa merekayasa sebuah kehidupan. Tentunya dengan imajinasi penulis yang disampaikan dengan bahasa tulisan. Menulis genre apapun, penulis harus menyisipkan pesan pada pembaca. Memotivasi pembaca agar terpengaruh dengan apa yang sudah ditulis. Inilah yang menjadikan penulis selalu merasa hidup. Dimana setiap goresan yang pernah dia torehkan, ternyata mampu membentuk napas kehidupan baru. Mereka yang merasa ujian hidup terlalu berat, tanpa sadar mau mengubah cara berpikir karena tulisan. Jadi, itulah kenapa menulis membuat saya terus bahagia. Menulis selalu menuntun saya untuk menulis hal-hal positif agar tulisan tersebut menginspirasi. Dan lagi, setiap tulisan adalah tanggungjawab. Kita nggak bisa menulis kalimat tanpa sebab. Apa yang kita tulis akan ada perhitungan di akhirat kelak. Ada sebuah cerita, dan saya baru mengalaminya tiga hari lalu. Sungguh, kalimat ini sangat sederhana. Karena saya ingin melampiaskan uneg-uneg dalam pikiran saja. "Ketika sebuah kebaikan disalahartikan" kalimat ini yang saya tulis di media sosial instagram malica_ahmad Dalam captionnya saya berbicara tentang apabila seseorang berprasangka buruk akan kebaikan yang kita lakukan, tak perlu membalas dengan ucapan. Apalagi harus mencari tahu kenapa mereka bisa berprasangka demikian. Baiknya, untuk membungkam suara-suara tumbang tersebut adalah dengan prestasi. Biarkan diri kita terbang lebih tinggi, sehingga mereka yang meremehkan tak lagi mampu mengejar. Ya, inilah yang saya sebut sejatinya menulis itu menguji diri sendiri. Apa yang kita tulis, bisa saja itu yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Kemudian kita pun tertantang untuk mencari solusinya. Jadi, menulislah yang baik hingga dari tulisan kita itu mampu memberi dampak yang baik bagi siapapun. 2. Kopi Selalu Menjadi Teman untuk Belajar Memaknai Hidup Bukan rahasia umum jika dengan menyeruput segelas kopi di pagi hari akan memberikan energi positif saat beraktivitas seharian. Kandungan kafein dalam kopi mampu membangkitkan hormon endorphin dalam tubuh sehingga saat kita menghidu aromanya saja, kita akan merasa nyaman dan tenang. Inilah cara bahagia receh saya yabg kedua. Saya adalah salah satu perempuan yang seringkali menyebut diri sendiri sebagai coffee lovers. Segala jenis kopi hitam sangat enak untuk dinikmati. Bahkan saya bisa katakan bahwa jenis apapun minuman yang pernah saya konsumsi, sungguh nikmatnya kopi belum terkalahkan. Kopi selalu menjadi teman setia saya di mana pun dan kapan pun. Saat merasa suntuk, biasanya saya memilih untuk menyedu kopi dibanding menonton TV. Tak hanya itu, saat saya merasa stuck menulis, saya seringkali menjadikan kopi sebagai pelarian untuk mencari inspirasi baru. Duduk di belakang rumah sembari melihat burung-burung kecil berterbangan, atau sekadar mendengar merdunya embusan angin menyapa pohon bambu yang rimbun. Pokoknya, bercengkrama dengan kopi hitam selalu membawa akhir yang bahagia. 3. Traveling Membuatku Belajar Makna Syukur Siapa sih yang nggak suka traveling? Siapa juga yang tidak bahagia saat traveling? Traveling adalah salah satu alasan saya kenapa tetap bahagia meski berstatus jomlo. Menurut saya, dengan melakukan traveling ke berbagai daerah, saya akan menemukan hal baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Bagi perempuan seperti saya yang suka tantangan sekaligus selalu excited saat melihat sesuatu yang baru, traveling menjadi obat paling ampuh untuk melepas semua masalah hidup. Bahkan saya bisa bilang, traveling memberikan sebuah kebebasan. Alasan ini juga yang menjadikan traveling jauh lebih membahagiakan dibanding harus sibuk memikirkan pasangan baru. Solo traveling maupun backpacker bersama beberapa teman, sejenak meminta saya untuk mengenal diri sendiri lebih jauh lagi. Nggak masalah meski statusnya saya adalah seorang ibu dengan dua anak yang usianya masih 7 tahun dan 5 tahun. Namun, kalian juga harus tahu bahwa ibu rumah tangga juga mendapatkan hak untuk melepas statusnya sementara dan memberikan kesempatan me time untuk dirinya. Oh ya, traveling nggak harus mengeluarkan banyak modal kok. Dengan budget yang sangat minim pun, tentu saja kita sudah bisa berlibur ke tempat yang diinginkan. Kuncinya, kalian harus mengatur keuangan rumah tangga dengan baik. 4. Berimajinasi Gratis dan Membuka Wawasan dengan Membaca Siapa bilang membaca itu kegiatan yang membosankan? Saya meletakkan membaca menjadi aktivitas keempat yang mampu menciptakan kebahagiaan. Saya selalu menjadwalkan membaca buku setiap dua hari sekali. baik buku-buku tersebut berupa buku fisik maupun buku digital. Selain itu, saya juga acapkali membaca beberapa artikel dengan tema-tema yang disukai. Pokoknya, membaca harus menjadi kebiasaan. Kenapa membaca membuat saya bahagia? Sebab di sana saya mendapat ilmu gratis. Saya bisa mengambil hikmah dalam setiap tulisan di dalam buku, artikel, ataupun tulisan lainnya. Yang mana membaca secara tidak langsung mengajak otak saya untuk berjalan-jalan mencari kebenaran kalimat yang tertulis di sana. 5. Berdandan Meningkatkan Mood Secara Instan Pernah mendengar jika perempuan akan selalu feel good jika dirinya berpenampilan look good. Nah, untuk menjaga penampilan nggak harus dengan berpakaian bagus. Cukup dengan bersolek atau menghias diri dengan lipstik saja, suasana hati perempuan tentu akan senang dan bahagia. Saya memang nggak bisa dandan. Tetapi saat suasana hati badmood, seringkali saya menghabiskan waktu untuk melukis wajah dan bibir. Meski setelah puas saya pun akan menghapus ukiran make up. Hahaha Dan jangan lupa, berdandan bukan hanya boleh dilakukan untuk perempuan bersuami saja kok. Jomlo juga punya hak untuk bersolek demi membahagikan diri sendiri. Bukan untuk orang lain, ya. Teman, lima hal di atas memang terkesan sesuatu yang remeh, bahkan receh sekali. Sebenarnya tidak hanya saya yang bisa melakukan, tetapi semua orang mampu untuk mempraktikannya. Hanya saja, nggak semua orang dapat mengambil bagian-bagian penting yang bisa membuat bahagia. Padahal apapun aktivitasnya, jika hati kita merasa senang melakukannya, dengan pikiran yang fresh tanpa beban, serta bisa mengambil setiap pelajaran. Kebahagiaan itu pun tercipta dengan sendirinya tanpa perlu dicari ke tempat yang sangat jauh sekalipun. Yang namanya bahagia, itu sangat dekat dengan diri kita kok. Cuma ya gitu, tak banyak dari kita yang menyadari. Anehnya, sebagian dari kita mempercayai bahwa cara menciptakan kebahagiaan untuk diri sendiri itu susah. Sehingga mereka seolah-olah hidupnya tidak bahagia. Akhirnya, kita pun mengeluhkannya ke sana-sini, kemudian merasa sendiri dan tidak punya teman dekat yang bisa mengerti. Padahal kalau kita mau, bahagia cukup dilakukan dengan bersyukur dan janganlah merasa sendiri. Ingat, Allah selalu dekat. Allah menemani setiap langkah dan keringat yang kita teteskan untuk berjuang di dunia. Jomlo? Nggak ada pasangan? Ya woles aja. Punya pasangan pun belum menjamin hidup kita sempurna kok. Percaya deh. Jadi, bahagialah dengan caramu, bukan cara tetangga di sebelahmu. Ciptakan, bukan mencari. Itulah yang disebut kebahagiaan hakiki.
dipublikasikantanggal 09 Juli 2020kata motivasi jangan merasa sendiri karena ada Allah yang senantiasa menemanisemoga menambah motivasi buat sahabat yang se
Disadari atau tidak, ketika kita merasa telah mempelajari dan menguasai sesuatu, kita cenderung merasa paling pintar dan menilai orang lain tidak berilmu. Pun demikian ketika kita mempelajari dan memperdalam agama. Ketika kita merasa telah belajar dan menguasai ilmu agama, kita cenderung merasa paling benar dibanding dengan yang lebih parahnya lagi memandang orang lain tidak atau kurang beriman. Merasa diri paling benar, paling suci, paling aman dari dosa, paling beriman atau bahkan paling berhak masuk surga sejatinya merupakan tipu daya setan yang membuat sesuatu yang sebenarnya salah menjadi tampak SWT berfirman dalam surat An Najm ayat 32 yang artinya,“Dan Dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” QS. An Najm 32.Nabi shallallahu alaihi wasallam pun bersabda,“Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian.” HR. Muslim.Merasa diri paling benar, paling suci, paling aman dari dosa, paling beriman atau bahkan paling berhak masuk surga adalah beberapa bentuk sikap sombong dalam Islam dan merupakan perbuatan yang sangat dicela oleh Allah itu, umat muslim sangat dianjurkan untuk lebih mengenal dirinya sendiri karena mengenal diri sendiri dalam Islam dapat menghindarkan kita dari berbagai penyakit hati menurut Islam seperti bersifat sombong, riya, ujub, takabur, dan lain surat An Nisa’ ayat 49 Allah berfirman yang artinya,“Apakah kami tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih. Sebenarnya Allah mensucikan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.” QS. An Nisa 49.Sebagai umat muslim, kita harusnya malu karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai manusia yang paling sempurna keimanannya sama sekali tidak pernah merasa diri paling benar atau merasa paling karena keimanannya yang sempurna itulah beliau tidak pernah berhenti untuk beribadah kepada Allah manusia yang memiliki banyak kekurangan, ada baiknya umat muslim lebih dapat mengenal diri sendiri atau introspeksi introspeksi diri dalam Islam diantaranya adalah menyadari segala kekurangan yang dimiliki tanpa harus rajin dan sibuk merendahkan orang lain apalagi dibumbui dengan kata-kata bisa jadi orang lain yang direndahkan, dianggap salah, tidak suci, lebih berdosa, kurang beriman, dan dianggap tidak pantas masuk surga menurut “kriteria”-nya sejatinya jauh lebih baik dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah berkata,“Jika Allah Ta’ala membukakan untukmu pintu memudahkan shalat malam, jangan memandang rendah orang yang tertidur. Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa sunnah, janganlah memandang rendah orang yang tidak berpuasa. Dan jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, maka jangan memandang rendah orang lain yang tidak berjihad. Sebab, bisa saja orang yang tertidur, orang yang tidak berupasa sunnah, dan orang yang tidak berjihad itu lebih dekat kepada Allah ketimbang dirimu.”Beliau juga berkata,“Sungguh, engkau ketiduran sepanajang malam lalu menyesal di waktu pagi, lebih baik daripada melewati malam dengan ibadah tapi merasa bangga di pagi hari. Itu karena orang yang sombong, amalannya tidak akan naik ke sisi Allah.” Madarij As-Salikin 1/177.Kita harus selalu ingat bahwa ketika jari telunjuk kita arahkan kepada saudara kita yang kita anggap salah, tidak suci, lebih berdosa, kurang beriman, dan dianggap tidak pantas masuk surga sejatinya ada empat jari lain yang mengarah ke diri kita ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita rajin dan sibuk melihat dan mengurusi kekurangan orang lain hingga membuat kita lupa berkaca pada diri sendiri yang juga penuh dengan Abu Hurairah, ia berkata,“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 592, shahih secara mauquf.Dari beberapa dalil di atas dapat disimpulkan bahwa kita tidak diperkenankan untuk bersikap merasa paling benar karena hal itu dapat mengarah pada kesombongan. Kesombongan dalam Islam sendiri merupakan salah satu penyebab munculnya penyakit hati dalam Islam. Di samping itu, perbuatan ini sangat dicela oleh Allah ulasan singkat tentang hukum merasa paling benar. Semoga bermanfaat.
exVJCCB. ll234qlsrk.pages.dev/362ll234qlsrk.pages.dev/168ll234qlsrk.pages.dev/444ll234qlsrk.pages.dev/48ll234qlsrk.pages.dev/398ll234qlsrk.pages.dev/221ll234qlsrk.pages.dev/13ll234qlsrk.pages.dev/372
jangan merasa sendiri ada allah