Aspekyang perlu diperhatikan dalam perencanaan pengembangan pariwisata 2. Menyediakan atau membina fasilitas-fasilitas transport akomodasi entertainment dan pelayanan pariwisata lainnya yang diperlukan termasuk pendidikan pegawai. 3. Menyelenggarakan promosi kepariwisataan secara aktif dan efektif di dalam maupun di luar negeri. 4. Penting! Ini 9 Aspek Perencanaan Usaha agar Bisnis Online Anda Sukses Dalam menjalankan suatu bisnis, kerugian adalah salah satu hal yang paling sulit dihindari. Namun, hal ini dapat Anda minimalisir dengan menyusun perencanaan usaha yang matang. Perencanaan bisnis atau usaha umumnya berisi deskripsi perusahaan, analisa kompetitor, hingga proses peluncuran suatu produk. Menyusun rencana usaha yang tepat dapat membantu perusahaan Anda lebih siap jika di masa depan ada kejadian tidak terduga seperti demand produk yang menurun ataupun munculnya kompetitor baru di target pasar. Kesiapan ini tentu akan membuat bisnis Anda tetap bertahan dan mendapat keuntungan. Apa Itu Perencanaan Bisnis? Perencanaan bisnis atau usaha merupakan aktivitas yang dipersiapkan sebelum seseorang mulai menjalankan suatu usaha. Dalam proses ini, pemilik bisnis akan mengumpulkan informasi mengenai situasi pasar, permintaan pasar, potensi pelanggan, pesaing bisnis, dan masih banyak lagi. Informasi yang sudah terkumpul kemudian akan dianalisa agar pemiliki bisnis dapat memperoleh ide untuk produk atau layanan, strategi penjualan, strategi pemasaran, dan rencana pengembangan bisnis untuk masa depan. Proses perencanaan bisnis berperan penting dalam kesuksesan berjalan dan berkembangnya suatu bisnis. Tanpa persiapan perencanaan bisnis yang matang, bisnis akan sulit untuk mencapai target pasar, menghadapi kompetitor, hingga berkembang. Oleh sebab itu,, proses ini sangat penting dilakukan oleh pemilik bisnis, sekecil apapun bisnis tersebut. 9 Aspek Perencanaan Bisnis Terpenting Dalam menyusun business plan atau rencana usaha, terdapat sembilan aspek atau komponen penting yang harus Anda ketahui. Berikut uraian untuk masing-masing komponennya. 1. Deskripsi Usaha Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat membuat perencanaan ini adalah menyusun deskripsi usaha. Komponen ini akan berisi tentang penjelasan bidang usaha, produk yang dijual, hingga potensi berkembang di masa depan. Dalam menjalankan bisnis, semua pihak yang terlibat berhak mengetahui deskripsi usaha yang akan dijalankan. Untuk perusahaan lebih besar, diharapkan semua stakeholder mengetahui deskripsi usaha agar tidak terjadi salah paham. 2. Strategi Marketing Strategi pemasaran dapat Anda peroleh melalui analisis SWOT pada produk yang ingin Anda jual. Analisa tersebut meliputi keunggulan, kelemahan, peluang dan juga ancaman bagi suatu produk. Dengan melakukan analisa SWOT, Anda dapat secara maksimal merencanakan strategi marketing yang tepat dan meraih target pasar yang sesuai. Melalui strategi pemasaran yang baik, produk Anda pun akan terjual dengan maksimal. 3. Analisa Pesaing Analisa pesaing dibutuhkan untuk mengetahui apa kelemahan kompetitor pada pasar yang sama. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengimplementasikan strategi marketing yang lebih efektif dari pesaing serta mendominasi persaingan bisnis di industri. Dalam analisa pesaing, Anda dapat melihat data real penjualan dalam bidang tertentu melalui Compas Quick Report. Data tersebut dapat membantu analisa pesaing agar bisnis Anda mampu bersaing. 4. Desain Pengembangan Desain pengembangan dibutuhkan untuk mengetahui rencana usaha di masa depan dan memperjelas perencanaan biaya bisnis perusahaan Anda. Umumnya, desain pengembangan akan menunjukkan grafik pengembangan dalam konteks produksi, serta tahap perencanaan produk. Hal-hal ini penting untuk proses peningkatan kualitas produk di masa depan. 5. Implementasi Proses Produksi Setelah melakukan analisa di atas, Anda dapat mengimplementasikannya saat memproduksi produk. Dengan direncanakan sebelumnya, maka produk yang Anda hasilkan akan lebih efisien dan sesuai dengan harapan. Jangan takut untuk mulai memproduksi setelah melakukan perencanaan. Karena, rencana tidak akan terealisasikan tanpa kegiatan produksi. Setelah barang diproduksi, barulah Anda dapat melakukan aspek selanjutnya dalam rencana bisnis perusahaan. 6. Pemantauan Produk Perencanaan usaha dan pembentukan strategi yang matang telah dilakukan. Sekarang, saatnya perusahaan Anda meluncurkan produk. Dalam melakukan hal ini, Anda harus tetap memantau bagaimana reaksi pasar terhadap peluncuran tersebut. Pemantauan produk dilakukan untuk memantau seberapa diterimanya sebuah produk pada target pasar tertentu. Hal ini nantinya akan berguna untuk evaluasi terkait pengembangan produk agar pemasarannya semakin efektif. 7. Memaksimalkan Manajemen Operasional Langkah selanjutnya dalam perencanaan usaha adalah mengatur manajemen operasional bisnis. Manajemen operasional yang dimaksud adalah terkait pengaturan alat untuk produksi dan bahan baku yang digunakan. Dalam memaksimalkan kegiatan bisnis, sumber daya manusia yang berkualitas juga dibutuhkan. Jika sumber daya manusianya berkualitas, maka aktivitas produksi dapat terlaksana dengan efisien. Itulah mengapa manajemen operasional merupakan aset penting pada perusahaan. 8. Estimasi Biaya Pembentukan business plan yang baik juga harus dapat mencatat estimasi biaya secara rinci. Dengan perencanaan biaya yang sesuai, perusahaan dapat berjalan dengan optimal dan dana teralokasikan secara efisien. Dalam mencatat estimasi biaya, dibutuhkan beberapa laporan keuangan seperti laporan dana perencanaan usaha, laporan arus kas, laporan neraca perencanaan, analisis pengembalian modal untuk usaha, serta lain sebagainya. Dalam proses estimasi biaya, Anda dapat memantau kegiatan apa saja yang membutuhkan biaya paling besar. Karena baru memulai bisnis, Anda bisa mencari cara untuk menekan kelebihan biaya tersebut dan mengalokasikannya pada rincian dana lain. Dari sana, Anda pun bisa memaksimalkan keuntungan yang nantinya dapat dikumpulkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha Anda di masa depan. 9. Evaluasi Terakhir, Anda harus mengevaluasi atau meninjau kembali perencanaan perusahaan yang telah disusun. Perencanaan diatas tentunya akan mengalami sedikit perbedaan ketika dilakukan di dunia nyata. Dengan melakukan evaluasi, Anda dapat mengetahui unsur apa yang butuh diperbaiki dan mendiskusikan hal tersebut dengan tim. Kegiatan meninjau ulang juga dapat mengetahui strategi yang efisien agar perusahaan meraih keuntungan. Baca juga 4 Alasan Penting Kenapa Anda Harus Memiliki Data Penjualan di e-Commerce 5 Tips Membuat Perencanaan Usaha yang Efektif Unsur-unsur di atas memang perlu diperhatikan saat menyusun perencanaan bisnis yang ingin Anda bangun. Dalam menuliskan unsur-unsur yang ada, Anda juga perlu melakukan riset, menentukan tujuan, hingga pembukuan. Jika semua hal tersebut telah terpenuhi, maka Anda sudah siap untuk memulai usaha baru yang akan dibangun. Lantas, bagaimana cara menyusun unsur-unsur dalam rencana usaha tersebut? Simak cara membuat business plan yang efektif untuk usaha Anda di bawah ini. 1. Melakukan Riset Riset pasar merupakan salah satu cara paling efektif agar perencanaan bisnis yang Anda susun berhasil. Umumnya perusahaan akan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk melakukan riset ini. Riset dapat membuat perusahaan lebih unggul dari pesaingnya dengan mengetahui target pasar serta memetakan produk yang akan diproduksi. Untuk mempermudah riset bisnis Anda, Compas QR menyediakan data penjualan untuk menganalisis bidang bisnis tertentu. Data tersebut akan membantu Anda memetakan produk apa yang akan Anda kembangkan selanjutnya. 2. Menentukan Tujuan Usaha Hasil dari riset yang Anda lakukan selanjutnya diolah untuk menentukan tujuan dari usaha. Mengetahui tujuan penyusunan rencana usaha dapat mempermudah Anda dalam memilih strategi penjualan dan marketing yang tepat untuk bisnis Anda. Tujuan dilakukan usaha tertentu juga dapat menentukan arah dan target perusahaan kedepannya. Visi dan misi perusahaan yang jelas tentunya akan menarik para investor dan mempermudah jalan kesuksesan perusahaan Anda. 3. Dokumentasikan Semua Aspek Bisnis Dalam menjalankan suatu bisnis, Anda tentu harus mendokumentasikan setiap aspek perusahaan. Hal ini penting karena dokumen perusahaan sekecil apapun pasti akan berguna di masa depan dan Anda tentu tidak ingin kehilangan hal tersebut. Aspek-aspek terkait hasil produksi, proyek yang sedang berjalan, hingga arus kas keluar dan masuk harus didokumentasikan dengan teliti. Dokumen perusahaan yang lengkap juga akan memudahkan Anda dalam mencari investor nantinya. 4. Buat Strategi Marketing Secara Detail Setelah melakukan riset pasar hingga dokumentasi, Anda bisa menentukan strategi marketing yang tepat. Diskusikan hal tersebut dengan tim Anda dan jangan lupa untuk selalu mencatat hal yang penting. Strategi marketing yang tepat dapat membantu perusahaan Anda memperoleh keuntungan dan mencapai target pasar yang tepat. Rencana marketing juga akan membantu usaha Anda siap menghadapi pasar. 5. Rencanakan Pembukuan Usaha Aspek yang sering terlewat ketika menyusun rencana usaha adalah pembukuan, padahal hal ini cukup penting. Proses pembuatannya yang rumit mungkin menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang melewatkan aspek ini. Namun, saat ini telah banyak ditemukan aplikasi untuk membantu Anda dalam menyusun pembukuan perusahaan. Bahkan, ada beberapa aplikasi yang bisa Anda akses dengan mudah melalui smartphone saja. Pembukuan wajib Anda lakukan untuk mencegah dana yang tidak tercatat saat menjalankan perusahaan. Hal-hal yang biasa dituliskan dalam pembukuan antara lain arus kas keluar masuk dan laba-rugi perusahaan. Memulai suatu usaha memang bukan urusan mudah. Namun, dengan perencanaan usaha yang matang, kesuksesan bisnis Anda dapat terjamin. Kunci utama dalam menyusun rencana bisnis atau business plan adalah ketelitian. Ketelitian dalam menghitung alokasi dana dan melakukan riset pasar akan berpengaruh pada strategi penjualan yang akan Anda lakukan. Karena itu, jangan lupa lakukan riset pasar secara teliti dengan menggunakan data penjualan dari Compas Quick Report, ya! Baca juga 6 Marketing Tools untuk Bantu Kembangkan Bisnis Anda 5 Peluang Usaha 2021 Modal Kecil yang Menjanjikan!
Kemudiantenaga kerja yang terampil dalam jumlah yang cukup dan tingkat upah yang wajar, serta biaya lainnya yang masih dikategorikan sebagai biaya wajar. Demikian pembahasan aspek teknis dalam studi kelayakan bisnis. Semoga bermanfaat. Baca juga: Aspek Ekonomi dan Sosial dalam Studi Kelayakan Bisnis; Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis. Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha. 1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya. 2. Membuat visi dan misi bisnis Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis. 3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses. 4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan. Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut. 5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen. Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha. 6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil. Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai. 7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting? Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan. 8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya. 9. Pemasaran, pelayanan dan product brand Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha. diambil dari wirausahacom KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28

Aspekaspek penting dalam perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar adalah: 1. Ide dan Peluang Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Seorang wirausahawan harus dapat memanfaatkan peluang usaha secara sistematis dimulai dari analisis sumber-sumber peluang usaha secara luas.

Minggu, 2 Oktober 2016 0300 WIB 3 Aspek Penting Saat Mendesain - Kegiatan mendesain bukan sekadar proses menata. Hal ini sama sekali bukan hal yang mudah karena menyangkut beberapa aspek yang dapat memengaruhi hasilnya. Tata sirkulasi udara dan cahaya, sirkulasi manusia untuk kelancara aktivitasnya, tataletak furnitur, hingga kebutuhan dihadirkannya karakter untuk "menghidupkan" ruang dan memberi kenyamanan pada penghuninya, adalah hal-hal yang menentukan saat mendesain. Untuk keberhasilan sebuah desain setidaknya 3 aspek ini harus Arsitektural Interior Aspek yang terkait dengan perencanaan ruang dan proporsional, ini menyangkut efektivitas tataruang, tataletak perabot, dan pemanfaatan kondisi arsitektural interiornya. Hal-hal inilah yang wajib dipertimbangkan bagaimana proporsi setiap benda yang dimasukkan dalam tiap ruang, sehingga setiap benda yang ada di situ memang pada tempatnya, sesuai peran, dan ukuran yang pantas? Bagaimana tataletak elektrikal yang memang tepat sesuai dengan posisi dan fungsi ruang? Bagaimana bentuk plafon, posisi bukaan pintu & jendela yang efisien?2. Estetika - Fungsional Aspek penting saat mendesain selanjutnya adalah memperhatikan estetika dan juga fungsinya. Pemenuhan fungsi memang yang utama, namun estetika ruang akan menjadi kebutuhan tambahan, sehingga saat berada di suatu ruang, pengguna bisa merasa nyaman. Di sini dibutuhkan kemampuan memadukan warna, harmonisasi ukuran, dan peran setiap barang yang diletakkan. 3. Finishing Touch/ Karakterisasi Identitas Ini adalah "pembubuhan tanda tangan" pemilik, membuat tempat tinggal penghuni memang dibuat sesuai kebutuhan dan karakter keluarga mereka. Hal ini tentang perpaduan kebutuhan pasangan pemilik rumah, anak-anak, atau family member lainnya, sehingga tempat tinggal itu menjadi tempat yang tak membosankan dan membuat betah, dan memberikan kualitas kebutuhan papan yang bagaimana iDEA Lovers? Yuk, mulai mendesain dengan memperhatikan aspek pentingnya!Foto Joe Endhy PesuarissaProperti Johanna Ernawati, Bogor Menurut saya APP merupakan studi untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengaplikasikan berbagai aspek-aspek dalam merancang suatu pabrik, sehingga kelak suatu pabrik dapat berjalan dengan semestinya, dapat mengendalikan profitabilitas dan investasi, serta dapat memuaskan kebutuhan aspek-aspek tersebut secara umum meliputi 1. Aspek pasar/pemasaran2. Aspek teknis dan teknologi3. Aspek SDM4. Aspek manajemen5. Aspek lingkunganASPEK PEMASARAN-Secara umum, pasar Dari segi penjual merupakan sekumpulan pembeli yang potensial dan segi pembeli merupakan sekumpulan penjual yang menawarkan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pasar merupakan sekumpulan penjual dan pembeli yang potensial dan saling berinteraksi, serta adanya persaingan , demi tujuan pasar merupakan prioritas utama dalam merancang pabrik, kenapa ? Karena pasar merupakan tujuan utama suatu organisasi tersebut didirikan, yaitu memenuhi kebutuhan customer. Oleh karena itu, pasar sangat penting. Dalam menganalisis suatu pasar, kita perlu mengetahui beberapa metode, antara lain Segmentasi memilih pasar sasaran, mencari peluang, identifikasi pesaing, dll. Yang bertujuan memberikan pelayanan yang Targeting memilih, menyeleksi, dan menjangkau Positioning strategi komunikasi agar produk/merek/nama mengandung arti tertentu dan mencerminkan keungggulan terhadap produk/merek/nama/ SWOT analisis mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan TEKNIS DAN TEKNOLOGIPada aspek ini, faktor-faktor yang harus diperhatiakan, Yaitu meliputi Pemilihan dan Perencanaan Produk yang akan diproduksi menghasilkan prototype produk yang mampu melalui tahap industrialisasi & komersialisasi. Kebutuhan konsumen digambarkan dalam profil kebutuhan yang akan diterjemahkan dalam bentuk produk dengan spesifikasi Kapasitas produksi usaha perusahaan untuk mengatasi fluktuasi permintaan agar dapat berproduksi pada jumlah yang diinginkan pabrik menentukan lokasi yang tepat dengan menggunakan berbagai macam metode, seperti analisa pusat gravitasi, analisa transportasi, teknologi meliputi proses dan fasilitas produksi yang digunakan, agar lebih efektif dan SDMSecara umum, aspek sumber daya manusia meliputi tenaga kerja. Dalam hal ini, personil yang dibutuhkan untuk proyek, sesuai dengan pertimbangan pada berbagai tingkat manajemen, produksi, dan aktivitas-aktivitas lain yang seharusnya dinilai secara bersamaan dengan kebutuhan pelatihan pada berbagai level dan pada tingkatan yang berbeda dari suatu yang berpengaruh dalam perencanaan tenaga kerja, meliputi 1. Aspek kuantitas banyaknya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan2. Aspek kualitas tingkat keterampilan yang dibutuhkan untuk setiap spesifikasi tenaga kerja3. Aspek fisik dan phisico4. skillASPEK MANAJEMENFaktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam aspek manajemen meliputi badan usaha persero, partnership firma, CV, PT, organisasi Yaitu spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan di dalam suatu organisasi dan cara-cara mengaitkan suatu pekerjaan dengan lainnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah , Bagan organisasi, rantai komando, kerja perencanaan manajemen rencana trategis, visi dan misi, tujuan, sasaran, rencana taktis, rencana operasional, perencana an kontingensi, manajemen implementasi, dan controling keterampilan teknis, keterampilan hubungan manusia, keterampilan konseptual, keterampilan mengambil keputusan, keterampilan mengelola KEUANGANFaktor-faktor yang mempengaruhi adalah Jumlah dana yang dibutuhkanStruktur pembiayaan sumberPemilihan investasi Beli / Sewa / KerjasamaIRR, NPV, Payback Period vs Interest RateFaktor-faktor yang berhubungan, meliputi Yuridis formalSistem birokrasiIklim politikSitusai perekonomianSistem nilaiLingkungan hidupPerkembangan teknologiSituasi persaingan bisnis Hkdjddbhjzjzknxkkxjdjxjdjdjdjdhgdhdjnxnxnxbxbx Bagaimana cara menentukan kualitas bahan pangan yang baik dan buruk​ berikan promosi untuk menaikan omzet penjualan pada usaha batik​ mengapa seorang wirausahawan harus bijaksana dalam menetapkan harga, apa tujuannya?​ apa perbedaan kompor minyak tanah dengan kompor gas elpiji dan tuliskan masing masing kelebihan dan kekurangan nya tolong dong kak, bagian ungkapan perasaan nya aja, sayurnya sayur untuk bakwan​ salah satu hal penting yang perlu di pertimbangkan dalam usaha budidaya ikan hias adalah unsur-unsur yang terkandung dalam perencana … an produksi dan jelaskan sebab unsur-unsur tersebut sangat penting untuk di pertimbangkan​ apa perbedaan kompor minyak tanah dengan kompor gas elpiji dan tuliskan masing masing kelebihan dan kekurangan nya makanan basah kucing ditaruh di botol aqua yang dipotong apa bisa dimakan kucing? Tuliskan profil usaha grafika di indonesia produk produk nya beserta harga, latar belakang dll 15 4. Pekerjaan berdiri sedapat mungkin dirubah menjadi pekerjaan duduk . Jika tidak mungkin kepada pekerja diberi tempat dan kesempatan untuk duduk. Perancangan Dalam suatu pekerjaan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pekerjaan tersebut. Faktor-faktor penting tersebut terdiri dari manusia, mesin, material, metode, dan manajemen. Diantara faktor-faktor tersebut manusia merupakan faktor paling penting karena manusia berperan sebagai perencana, perancang, dan pengendali serta pengevaluasi dari seluruh jalannya proses. Oleh karena itu faktor manusia harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar suatu proses dapat berjalan dengan lancar. Perancangan Produk Dalam perancangan produk ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan, diantaranya 1. Pertimbangan fungsional Menganalisis dan memproyeksikan setiap pemecahan masalah produk industri ke arah tepat guna sehingga dapat bermanfaat bagi pemakainya. 2. Pertimbangan teknis Menganalisis dan memperhitungkan setiap kegiatan perencanaan kearah pertimbangan kekuatan, kepresisian, pemanfaatan teknologi yang tepat, Eva Suryani Rancang Ulang Operasi Pembuatan Sewing bag Di Pabrik kantong PT. Semen Padang, 2008. USU e-Repository © 2008 16 pemilihan material, spesifikasi teknis, standar komponen, dan lain-lain yang berhubungan dengan asumsi perencanaan. 3. Pertimbangan ergonomi Menganalisa dan mengadakan penyesuaian-penyesuaian ke arah standar antropometri untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan. Prinsip-prinsip Dasar Perancangan Tujuan dasar dari proses perancangan adalah untuk menciptakan sesuatu, bisa berupa produk ataupun peralatan kerja, fungsinya dikehendaki untuk meningkatkan kesejahteraan manusia maupun untuk menambah kemampuan kerja manusia. Melalui proses perancangan produk semua faktor yang berkaitan dengan karakteristik manusia berupa kelebihan, kekurangan ataupun keterbatasannya akan diperhatikan secara seksama. Ada 2 prinsip perancangan, yaitu 1. Seorang perancang produk harus menyadari benar bahwa faktor manusia akan menjadi kunci sukses operasional sebuah produk dalam sebuah rancangan sistem kerja manusia dan mesin. 2. Seorang perancang produk juga harus menyadari bahwa setiap produk akan memerlukan informasi-informasi detail dari semua faktor yang terkait dalam setiap proses perancangan. Kelebihan dan keterbatasan manusia sangat perlu diperhatikan. Eva Suryani Rancang Ulang Operasi Pembuatan Sewing bag Di Pabrik kantong PT. Semen Padang, 2008. USU e-Repository © 2008 17 Aspek-aspek dalam Perancangan Dalam perancangan produk ada beberapa aspek yang diperhatikan oleh seorang perancang yang berkaitan dengan faktor manusia, yaitu 1. Aspek Anatomi a. Antropometri b. Biomekanik aplikasi sumber daya dari model biologi manusia dengan menggunakan ilmu mekanika 2. Aspek Fisiologi a. Fisiologi kerja pendayagunaan energi, fungsi, dan koordinasi organ tubuh b. Fisiologi Lingkungan dampak lingkungan fisik terhadap fungsi kerja organ 3. Aspek Psikologi a. Psikologi keterampilan proses informasi dan pembuatan keputusan b. Psikologi kerja pelatihan upaya perbedaan individual Anthropometri
Analisisdata dan informasi pada beberapa aspek tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh dari kebijakan pembangunan daerah yang dilaksanakan pada tahuntahun sebelumnya sekurang-kurangnya selama setahun terakhir dalam rangka mengidentifikasi sasaran prioritas yang belum tercapai, permasalahan yang harus diatasi dan isu-isu
- Jika kamu memiliki usaha atau bisnis apakah yang menjadi tujuanmu? Mungkin jawabannya adalah keuntungan. Jika usaha mengalami kerugian, maka usaha tersebut akan dibenahi sehingga bisa mencapai keuntungan. Namun jika usaha menghasilkan keuntungan, pemngembangan usaha tetap harus dari Forbes, pengembangan usaha adalah penciptaan jangka panjang bagi organisasi dari pelanggan, pasar, dan interaksi di dalamnya. Hal ini berarti pengembangan usaha bertujuan untuk mempertahankan usaha agar tetap produktif dan menghasilkan keuntungan dalam jangka pengembangan usaha Ada dua jenis pengembangan usaha, yaitu Pengembangan vertikal adalah pengembangan usaha dengan cara mengembangkan inti dari bisnis. Pengembangan horizontal adalah pengembangan bisnis yang tidak linear dengan inti bisnis, namun dapat memperkuat inti bisnis tersebut. Aspek pengembangan usaha Dalam mengembangkan usaha, ada tiga buah aspek yang harus diperhatikan yakni Aspek penjualan memerhatikan bagaimana penjualan barang tersebut, mayoritas umur, asal, dan juga kecenderungan konsumen, dan proses penjualan. Aspek manajeman memperhatikan proses manajerial dari bisnis dimulai pembuatan produk, perencanaan pemasaran, hingga perencanaan distribusi produk. Aspek strategi mencakup bagaimana cara pengembangan bisnis dengan meningkatkan kualitas produk, membuat produk baru, atau bekerja sama dengan pihak lain. Baca juga Definisi Pemasaran Sosial dan Managerial Strategi pengembangan usaha Strategi pengembangan usaha harus dilakukan dari segi produk, sistem penjualan, integrasi, dan sinergisme. Dari segi produk, pengembangan usaha dilakukan dengan cara mengembangkan produk sesuai dengan selera pasar, mengeluarkan produk baru yang inovatif, mencari cara efisien dalam produksi sehingga produk berkualitas sama bisa dihasilkan dengan biaya yang lebih rendah. Dari segi penjualan, pengembangan usaha dilakukan dengan membangun hubungan yang baik dengan konsumen, melakukan penjualan melalui media sosial, memastikan kepuasan konsumen, Integrasi adalah mengembangkan bisnis dengan cara memperbesar perusahaan. Misalnya suatu perusahaan pembuat makanan ringan berupa keripik membeli toko baru sebagai cabang, membeli perkebunan kentang untuk bahan baku, membeli perusahaan ekspedisi untuk distribusi bahan baku dan pemasaran produk, serta membeli perusahaan percetakan untuk menunjang kemasan dari produk. Sinergisme adalah membangun sinergi di dalam perusahaan dan memperluas jejaring sosial di luar perusahaan. Sinergisme dapat dibangun dengan merekrut pegawai yang memiliki bakat dari bidang usaha, bekerja sama dengan perusahaan lokal maupun nasional untuk membuka pasar baru, dan memperluas jangkauan pasar. Baca juga Konsep Bauran Pemasaran Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Berikancontohnya ! Secara teoritis, ada 7 (tujuh) aspek yang perlu diperhatikan dalam proses evaluasi usaha, yaitu : Aspek Hukum. Dalam aspek ini yang akan dibahas adalah masalah kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan mulai dari bentuk badan usaha sampai izin-izin yang dimiliki.
Perencanaan dalam berwirausaha penting untuk meminimalisir kegagalan sehingga dapat memaksimalkan kesuksesanmu. Source Frese, M. 2007. The Psychological Actions and Entrepreneurial Success An Action Theory Approach. dalam Baum, J. R., Frese, M., & Baron, R. A., The Psychology of entrepreneurship 153 -178. New Jersey Lawrence Erlbaum Associates M. C. 2019. Millenial entrepreneurs festival 2019 dorong pengusaha muda sukses kelola start up. Diakses dari M., & Rahim, S. 2018. Pendidikan ekonomi informal suatu kajian pendidikan kewirausahaan dalam keluarga. Jurnal Economix Volume 6 Nomor 1 Juni 2018. Diakses dari A. S. 2019. Menaker minta perguruan tinggi berorientasi pasar kerja & wirausaha. Diakses dari B. 2018, Juli 08. Cerita Nadiem Makarim Bangun Go-Jek dari Nol hingga Raih Sukses. Liputan6. Diakses dari Aspekmanajemen memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari manajemen sumber daya manusia hingga manajemen finansial perusahaan. Semua hal yang terkait dengan bagaimana operasional perusahaan dapat dijalankan termasuk pada aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis. 6. Aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis.
Perencanaan lokasi usaha Lokasi yang tepat akan mempunyai pengaruh positif bagi kelangsungan usaha. Oleh karena itu, dalam penentuan lokasi perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang berpengaruh. Selain itu, juga perlu melihat prospek lokasi tersebut pada masa yang akan datang. Lokasi yang dipilih sebaiknya dapat mendukung untuk mendatangkan keuntungan terbesar. Selain itu, lokasi yang akan digunakan sangat berpotensi tinggi untuk kegiatan usaha. Perencanaan lokasi hendaknya dilakukan sebaik-baiknya. Sebagai bahan pertimbangan, dalam penentuan lokasi perlu meninjau beberapa aspek seperti berikut. a. Aspek teknis-ekonomis Berdasarkan aspek teknis-ekonomis, ada beberapa hal yang perlu dilihat dari lokasi usaha yang direncanakan, yaitu biaya transportasi, sarana jalan, tenaga kerja, sewa tanah, serta sarana listrik dan irigasi. * Biaya transportasi Biaya ini menyangkut transportasi, baik itu dari lokasi usaha dengan tempat penyedia bahan produksi, ataupun lokasi usaha dengan tempat pemasaran. * Sarana jalan Sarana jalan tidak kalah penting. Bila aspek ini tidak diperhatikan, terkadang bisa menaikkan biaya pengangkut-an sehingga akan terjadi penambahan biaya operasional. Tidak jarang suatu lokasi harus dibuatkan sarana jalannya terlebih dahulu karena sangat sulit dijangkau. * Harga tanah Perlu dicari lokasi dengan harga atau sewa tanah yang ringan. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya kemungkinan pengembangan usaha di masa yang akan datang. * Sarana listrik dan irigasi Listrik sangat diperlukan dalam menjalankan usaha perikanan. Selain untuk sarana penerangan, listrik diperlukan untuk menjalankan sarana elektronik lain, seperti pompa dan blower. Sementara sarana irugasi mutlak diperlukan, mengingat ikan merupakan organisme yang memerlukan sirkulasi atau pergantian air. Selain itu, dalam menjalankan usaha perikanan non-budi daya, air sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan untuk aktivitas pencucian sarana lain. b. Aspek iklim Aspek iklim mempengaruhi keberhasilan budi daya perikanan. Umumnya bisnis perikanan tergantung pada faktor alam. Misalnya, curah hujan mempengaruhi sumber air bila curah hujannya sedikit, tentunya daerah tersebut kurang ideal untuk suatu usaha perikanan. Demikian juga sinar matahari berpengaruh terhadap kemampuan hidup dan berkembang biak ikan karena matahari mempengaruhi suhu rata-rata harian. Oleh karena itu, hendaknya jenis ikan yang akan dibudidayakan disesuaikan dengan iklim pada suatu daerah. c. Aspek agronomis Cakupan aspek agronomis antara lain topografi, lokasi, jenis tanah, dan kondisi tanah, serta jenis perairan yang ada di lokasi tersebut. Untuk lokasi budi daya air payau dan laut, kadar salinitas juga ikut mempengaruhi jenis ikan. Misalnya pada tambak. Tambak yang letaknya jauh dari pantai dan dekat sungai mempunyai salinitas rendah. Sementara tambak yang dekat dengan pantai dan sungai mempunyai salinitas sedang. Kedua jenis tambak tersebut cocok untuk tempat memelihara ikan bandeng atau udang karena pengeringannya mudah dilakukan sehingga mudah dipupuk. Bila menggunakan tambak yang dekat sekali dengan pantai, kadar salinitasnya tinggi dan pengeringan airnya sulit sehingga tidak cocok untuk usaha bandeng dan udang. Meskipun terlihat sepele, topografi tetap harus diperhatikan. Bila tidak sesuai, perkembangan ikan akan terganggu. Misalnya, ikan akan kekurangan nafsu makan bila hidup di dataran tinggi suhu terlalu dingin. Dalam memilih lokasi, penting sekall memperhatikan faktor pencemaran. Perlu diperhatikan ada tidaknya industri atau kegiatan-kegiatan yang dapat merusak sumber air di sekitar lokasi. Bila kondisi airnya tercemar akan mengganggu pertumbuhan ikan walaupun telah menggunakan benih unggul. Selain itu, kandungan limbah yang terdapat pada ikan juga akan membahayakan orang yang mengonsumsinya. Selain mempertirnbangkan ketiga aspek di atas, perlu juga melihat aspek lingkungan, social budaya masyarakat di sekitar lokasi, dan kebijaksanaan pengembangan usaha dari pemerintah. Masyarakat di sekitar lokasi usaha perikanan sebaiknya mendukung usaha yang dijalankan dan borientasi terhadap bisnis. Adanya kemungkinan kompetisi dengan pengusaha setempat juga perlu dipertimbangkan. Pustaka Agribisnis Perikanan Revisi Oleh Tim Penulis PS

Pendapatanyang akan diterima selama menjalankan usaha. 3. Aspek Teknis/Operasi Dalam aspek teknis atau operasi, hal-hal yang perlu digambarkan adalah: a. Lokasi usaha Lokasi merupakan tempat melayani konsumen. Dengan demikian, perlu dicari lokasi yang tepat sebagai tempat usaha. b. Penentuan layout/tata letak

Strategi memilih lokasi usaha yang strategis merupakan hal yang perlu diperhatikan sebelum membuka usaha. Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus. Untuk itu sebelum Anda memulai sebuah bisnis atau usaha, pilih terlebih dahulu tempat usaha yang paling tepat untuk pemasaran usaha Anda, lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya Anda menentukan lokasi yang paling strategis bagi usaha Anda. Berikut beberapa faktor yang sebaiknya Anda perhatikan, sebagai bahan pertimbangan strategi memilih lokasi usaha yang strategis sangat mempengaruhi keberhasilan akan produk yang anda tawarkan. Namun mencari lokasi usaha yang strategis pun bukan hal yang mudah. Bahkan budget yang dikeluarkan bisa dikatakan tidak sedikit. Strategi memilih lokasi usaha yang strategis pun tidak semata-mata melihat lokasi yang ramai saja. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Jenis dan sifat usaha menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi usaha. Apabila anda membuka usaha restoran untuk kalangan atas maka pastikan lingkungan yang sekitar usaha anda adalah tempat-tempat bergengsi. Terutama apabila anda membuka usaha jenis makanan maka pastikan memilih lokasi yang luas dan ramai kendaraan berlalu-lalang. Lokasi yang strategis dan memiliki akses yang mudah untuk dilewati berbagai jenis kendaraan menjadi hal yang perlu di pertimbangan. Berikut adalah 9 strategi memilih lokasi usaha 1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi Usahakan memilih lokasi usaha yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Semakin tinggi kepadatan penduduk di suatu lokasi, maka semakin besar pula potensi pasar sebuah usaha. Coba saja bandingkan pendapatan usaha yang lokasinya di daerah pedesaan dengan usaha yang berada di daerah perkotaan, omset yang diperoleh akan sangat jauh berbeda. 2. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi Besar pendapatan masyarakat yang ada di sekitar lokasi juga mampu mempengaruhi usaha yang akan Anda bangun. Sebab, tingkat pendapatan masyarakat juga akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Jika Anda ingin menjalankan usaha dengan produk yang harganya sedikit tinggi, sebaiknya pilih lokasi yang daya belinya cukup tinggi misalnya di kota – kota besar. Sedangkan bila ingin menawarkan produk dengan harga yang relatif murah, tidak akan jadi masalah jika Anda memilih lokasi usaha yang daya beli masyarakatnya kurang untuk. Karena konsumen di daerah tersebut lebih mementingkan harga murah, dibandingkan memperhatikan kualitas produk yang dijual. 3. Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang lewat Perhatikan trafik lalu lalang kendaraan atau pejalan kaki yang lewat, karena hal ini juga mempengaruhi jenis usaha yang cocok di daerah tersebut. Untuk daerah yang dilalui pejalan kaki, usaha toko kelontong atau usaha minuman dingin cocok untuk dibangun di daerah tersebut. Sedangkan untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan bermotor, bisa mencoba usaha bengkel yang lebih dibutuhkan. Sesuaikan jenis usaha Anda dengan para konsumen yang lalu lalang di lokasi tersebut. 4. Banyaknya usaha yang mendukung lokasi tersebut Semakin banyak usaha yang ada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga semakin ramai. Karena di lokasi tersebut terdapat berbagai macam usaha yang menyediakan produk yang berbeda pula, sehingga para konsumen lebih tertarik datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam usaha. Misalnya saja lokasi pasar, atau mall yang selalu ramai pengunjung. 5. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi usaha yang kurang strategis. Untuk itu sesuaikan dana yang Anda miliki, dengan lokasi usaha yang di pilih. Jangan memilih lokasi yang harga sewanya mahal, tetapi ternyata tidak ramai pengunjung. 6. Pilih lokasi usaha yang tingkat kompetisi rendah Jika di lokasi tersebut sudah banyak usaha yang sejenis dengan usaha Anda, sebaiknya lokasi ini dihindari. Namun jika Anda yakin karena posisinya yang sangat strategis, Anda harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis. 7. Perhatikan pula akses menuju lokasi usaha Usahakan pilih lokasi usaha yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi usaha Anda. 8. Tingkat keamanan yang mendukung Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan usaha Anda dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, Anda bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman. 9. Perhatikan kebersihan lokasi usaha Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah toko, warung ataupun sebuah outlet yang berada di lingkungan kotor atau kumuh. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda, agar konsumen merasa nyaman berkunjung ke lokasi usaha Anda. Banyakaspek-aspek yang perlu dipelajari sebelum memantapkan pilihan pada satu area. Menetapkan tempat usaha dengan terburu-buru dan asal-asalan akan menyebabkan dampak buruk terhadap keberlangsungan bisnis yang sedang dijalankan. Memang memerlukan waktu yang lama untuk mematangkan pilihan dimana letak tempat usaha. 4Q7b.
  • ll234qlsrk.pages.dev/306
  • ll234qlsrk.pages.dev/372
  • ll234qlsrk.pages.dev/424
  • ll234qlsrk.pages.dev/242
  • ll234qlsrk.pages.dev/43
  • ll234qlsrk.pages.dev/463
  • ll234qlsrk.pages.dev/411
  • ll234qlsrk.pages.dev/301
  • jelaskan aspek aspek yang harus diperhatikan dalam perencanaan lokasi usaha